Reboot Adalah Muat Ulang Sistem, Apa Bedanya dari Reset?

By | April 13, 2021

Hai Sobat Metavaganza, Kecanggihan teknologi menuntut kita untuk tetap up-to-date dengan tren terbaru. Salah satunya dengan memperbarui glosarium di kepala kita sesuai istilah-istilah gadget terkini. Bayangkan kalau suatu hari ada kawan bertanya ‘apa itu reboot?’, jawaban Anda: reboot adalah entahlah.

Baca Juga : Cara Merekam Layar Hp Samsung J2 Prime Tanpa Aplikasi

Kata reboot sudah sangat familiar dan selalu ditemukan di semua perangkat. Meskipun tahu kegunaannya, masih banyak yang belum bisa membedakan antara reboot, restart, dan reset. Walaupun mirip, ketiga kata itu punya arti harfiah yang berbeda.

Jangan salah mengartikan reboot sebagai reset atau sebaliknya, karena fungsi keduanya jelas berbeda. Agar tidak kudet (kurang update), mari kita kupas tuntas tentang reboot dan perbedaannya dari restart dan reset.

Apa itu Reboot?

Reboot adalah proses muat ulang sistem. Istilah reboot berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Inggris: re artinya ulang dan boot artinya proses memuat sistem. Agar lebih jelas, pahami dulu konsep booting di level sistem operasi.

Sebuah OS (operating system) terdiri dari ribuan file sistem dengan fungsi yang saling melengkapi. Agar perangkat dapat bekerja dengan baik, setiap komponen sistem harus dijalankan dengan cara kerja yang benar. Semuanya saling terhubung dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Kalau ada bagian dari file sistem yang hilang (missing) atau rusak (corrupt), sistem pasti error dan muncul alert di layar.

Booting sendiri adalah proses memuat dan menjalankan sistem saat perangkat dinyalakan. Dari kondisi mati, prosesor akan membaca dan mengeksekusi setiap file sistem. Inilah yang dinamakan booting. Proses ini bisa memakan waktu beberapa detik hingga beberapa menit, tergantung ukuran sistem dan kecepatan perangkat.

Setelah semua file berhasil dieksekusi, perangkat siap dijalankan, booting dinyatakan selesai. Seperti itulah proses booting yang terjadi saat Anda menyalakan komputer, laptop, atau smartphone. Lalu apa kaitannya dengan reset ?

Reset Adalah

Reset adalah proses booting ulang. Dari kondisi menyala, perangkat akan dimatikan, lalu dinyalakan lagi. Proses menyala ulang ini juga disertai dengan booting karena file sistem dieksekusi dari kondisi perangkat mati.

Itulah mengapa disebut dengan reboot karena file sistem dimatikan lalu dijalankan lagi.

Mengapa Perangkat Perlu Reboot ?

Seperti yang sudah dikatakan di awal, semua perangkat pasti memiliki tombol reboot. Ini adalah bukti bahwa reboot pasti dibutuhkan, terlepas dari jenis perangkat dan sistem operasi yang dipakai. Beberapa fungsi reboot untuk perangkat, antara lain:

1.    Mengatasi Error

Error adalah hal yang wajar terjadi. Setiap error pasti ada penyebabnya, solusinya pun berbeda-beda. Beberapa jenis error, terutama yang berkaitan dengan sistem, hanya bisa diatasi dengan reboot.

Salah satu contohnya adalah hang total, yaitu kondisi ketika smartphone mengalami error saat menjalankan aplikasi tertentu dan ponsel mendadak tak berfungsi. Anda sudah menekan tombol Back, Tab, dan Home, tapi tetap tak berhasil. Sistem seolah mati total di aplikasi tersebut.

Di saat seperti ini, tahan tombol power selama beberapa detik sampai muncul jendela opsi, lalu klik reboot atau restart. Sistem akan boot ulang dan error yang Anda alami akan otomatis teratasi.

2.    Memaksimalkan Performa

Perangkat Anda sering mengalami penurunan performa? Sering macet atau patah-patah saat bermain game? Tidak perlu berpikir terlalu jauh, mungkin Android Anda sedang ‘lelah’.

Reboot adalah solusi paling mudah untuk mengatasi masalah ini. Saat perangkat dimatikan, semua proses berjalan akan dihentikan, semua aplikasi akan ditutup. Ada jeda beberapa detik untuk perangkat Anda beristirahat. Setelah itu, prosesor akan menyalakan perangkat Anda kembali.

Usai reboot, kinerja Android akan kembali maksimal karena komponen berada pada kondisi kerja minimal.

3.    Menerapkan Pembaruan

Update sistem dan aplikasi perlu dilakukan untuk menjaga perangkat tetap pada kondisi maksimal. Pada beberapa pembaruan, perangkat Anda harus direboot terlebih dahulu. Kalau di Windows, Anda pasti familiar dengan notifikasi di bawah ini:

Changes will take effect after restart.

Biasanya pembaruan di level sistem yang memerlukan reboot. Pembaruan aplikasi mungkin saja perlu reboot bila komponen yang mendapatkan update berhubungan langsung dengan core system. Sebelum Anda melakukan reboot, Anda tidak akan mendapatkan perubahan dari update yang sudah Anda lakukan.

Perbedaan Reboot, Restart, dan Reset

Anda mungkin agak bingung karena kata ‘reboot’ dan ‘restart’ beberapa kali digunakan bergantian di artikel ini. Secara harfiah memang beda, restart artinya memulai ulang (re+start) sedangkan reboot adalah muat ulang sistem (re+boot).

Tapi maknanya sama, fungsinya juga sama. Anda tidak perlu bingung saat menemukan perintah reboot di satu perangkat dan perintah restart di perangkat lain. Ada OS yang menyebutnya restart, ada juga yang menyebutnya reboot. Hanya masalah penamaan tapi fungsinya sama persis.

Kecuali jika Anda membandingkannya dengan kata reset. Dari susunan katanya saja sudah berbeda: re artinya ulang dan set artinya mengatur. Kalau digabung, reset berarti mengatur ulang perangkat.

Bahasa umumnya adalah ‘Pengaturan Pabrik’.

Reboot adalah aksi mengatur ulang perangkat ke kondisi semula, seperti saat Anda menyalakannya pertama kali. Semua aplikasi, file, akun, dan pengaturan akan dikembalikan seperti sedia kala. Anda akan merasa seperti mendapatkan smartphone baru.

Maknanya jelas berbeda dari reboot dan restart yang hanya sejauh menyalakan ulang perangkat.

Cara Melakukan Reboot

Ada beberapa cara untuk melakukan reboot. Dari sekian banyak perangkat dan OS, kita akan mengulas cara reboot paling simple di Windows dan Android.

Cara reboot di Windows:

  • Tekan tombol Start
  • Arahkan ke ikon power
  • Klik Restart

Cara reboot di Android:

  • Tahan tombol power sampai muncul menu
  • Pilih Restart

Sangat mudah, bukan? Reboot sama sekali tidak sulit dan bisa dilakukan hanya dalam beberapa klik. Selain cara otomatis di atas, ada alternatif reboot yang dipercaya bisa memberikan hasil lebih baik. Cara ini sering disebut sebagai langkah manual.

Baik di Windows maupun Android, saat sampai di langkah opsi (shut down / restart), pilih shut down. Diamkan beberapa detik atau menit sampai perangkat Anda kembali ke suhu normal, lalu nyalakan kembali.

Cara ini dipercaya lebih efektif karena waktu jeda untuk istirahat perangkat jadi lebih panjang. Terutama pada kondisi overheat (terlalu panas), perangkat butuh waktu untuk mendinginkan suhu komponen.

Baca Juga : Cara Berbicara Dengan Google Assistant

Khusus ponsel versi lama yang belum memakai baterai tanam, banyak pengguna yang menyarankan mematikan perangkat lalu melepas baterai. Meskipun dalam kondisi mati, selama baterai masih terhubung, sistem tidak akan 100% mati karena beberapa proses tetap berjalan.

Dengan melepas baterai, ponsel akan istirahat total selama beberapa detik atau menit. Hasilnya, Anda akan merasakan perbedaan performa yang signifikan. Smartphone akan berjalan lebih smooth dan stabil tanpa macet atau patah-patah untuk tugas berat sekalipun.

Kapan Harus Reboot?

Tidak ada acuan umum tentang frekuensi reboot yang ideal. Sesuaikan saja dengan kebutuhan Anda, tergantung seberapa berat tugas yang dijalankan. Semakin lelah perangkat, semakin sering reboot perlu dilakukan.

Bila memungkinkan, usahakan untuk reboot perangkat setidaknya satu kali sehari. Tujuannya agar smartphone dan laptop tetap memberikan performa terbaik dan sistem tidak kerap bermasalah.

Apa pun perangkatnya, apa pun sistem operasinya, reboot adalah kebutuhan.